Selamat(kan) Hari Laut Sedunia! (Ocean Worlds Day)

by - 6/09/2019 09:31:00 am

Selamat Hari Laut Sedunia!
Happy Ocean Worlds Day!

Fotonya merupakan koleksi pribadi


Pada tanggal 8 Juni di setiap tahun seluruh penjuru dunia merayakan secara bersamaan yang namanya Hari Laut Sedunia. Kalau ditanya, "kenapa sih ada Hari Laut Sedunia?" Yuk, coba kita sama-sama berfikir sejenak. Dilansir dari Ocean Worlds Day, alasan kita harus merayakan Hari Laut Sedunia karena "A healthy world ocean is critical to our survival. Every year, World Oceans Day provides a unique opportunity to honor, help protect, and conserve our world’s shared ocean."  
Iya, keberadaan dan keberlangsungan laut ternyata sepenting itu, karena:
  • Laut menghasilkan sebagian besar oksigen yang kita dapat kita hirup secara gratis,
  • Laut juga menghasilkan banyak sumber daya alam yang dapat kita nikmati,
  • Laut dapat membantu banyak orang untuk melanjutkan keberlangsungan hidupnya (memberikan lapangan kerja),
  • Laut ternyata juga mengatur kondisi iklim kita, lho!
  • Selain itu, banyak hasil laut yang dapat digunakan untuk kebutuhan farmasi,
  • Tentunya, pasti banyak yang sependapat bahwa laut adalah salah satu tempat yang asik buat kita mencari inspirasi. Ya, kan?
Balik lagi deh, pokoknya setelah melewati proses yang cukup panjang akhirnya pada akhir tahun 2008 Majelis Umum PBB mengakui secara resmi setiap tanggal 8 Juni merupakan Hari Laut Sedunia. 

Oh iya, teman-teman pasti tahu kan kalau Indonesia merupakan Negara Kepulauan? Iya, Indonesia merupakan Negara Kepulauan Terbesar di Dunia. Menurut data rujukan resmi wilayah kelautan Indonesia terbaru yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Indonesia saat ini memiliki:
  1. Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km2;
  2. Luas laut teritorial Indonesia adalah 290.000 km2;
  3. Luas zona tambahan Indonesia adalah 270.000 km2;
  4. Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km2;
  5. Luas landas kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km2;
  6. Luas total perairan Indonesia adalah 6.400.000 km2;
  7. Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8.300.000 km2;
  8. Panjang garis pantai Indonesia adalah 108.000 km;
  9. Jumlah pulau di Indonesia kurang lebih 17.504, dan yang sudah dibakukan dan disubmisi ke PBB adalah sejumlah 16.056 pulau. 

Gambar ini di ambil langsung dari katadata.co.id
Banyak banget ya ternyata lautnya Indonesia. Berarti sebagai masyarakat aktif yang tinggal di Negara Kepulauan Terbesar Dunia, sudah seharusnya dong kita menjaga laut? Iya, kan
Tapi coba kita cek dulu, kira-kira kondisi laut Indonesia sekarang ini seperti apa, ya?

Nah, beberapa waktu lalu sempat ada sebuah artikel yang ditulis pada tanggal 18 Pebruari 2016 oleh Akhyari Hananto di mongabay.co.id menyatakan bahwa, ada lima negara yang berkontribusi terhadap krisis sampah di lautan. Sebagai masyarakat yang tinggal di Indonesia dimana pulau nya banyak banget, pas baca itu rasanya kaget banget. Ya, benar saja. Ternyata dalam laporan terbarunya Ocean Conservancy menyatakan bahwa, '....less than 20 percent of leakage originates from ocean-based sources like fisheries and fishing vessels. This means over 80 percent of ocean plastic comes from land-based sources; once plastic is discarded, it is not well managed, and thus leaks into the ocean. Over half of land-based plastic-waste leakage originates in just five countries: China, Indonesia, the Philippines, Thailand, and Vietnam referred to in this report as the five focus countries for action." Intinya secara garis besar nih, Indonesia itu merupakan salah satu dari lima negara yang berkontribusi memberikan secara cuma-cuma sampah plastik yang ada di lautan di dunia. Coba gimana tuh? Punya laut paling banyak tapi jadi salah satu penyumbang sampah plastik ke lautan paling banyak dunia. 

Ada satu hal lagi yang harus diketahui oleh teman-teman, ternyata salah satu dari jenis sampah yang banyak tersebar di Indonesia selain kantong plastik dan sedotan plastik adalah puntung rokok. Dilansir dari National Geographic Indonesiaternyata Kelompok konservasi kelautan, Ocean Conservancy, yang berbasis di Washington DC mengungkap bahwa sampah yang paling banyak ditemukan di lautan adalah puntung rokok. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dilakukan oleh jutaan orang. Setidaknya dua pertiga puntung rokok ditemukan berserakan di trotoar atau selokan, dan akhirnya berujung di lautan. Menurut Elizabeth Smith yang bekerja di kebijakan pengendalian tembakau di Universitas California San Francisco, menyatakan bahwa mungkin sampai hari ini masih banyak orang yang berfikiran penyaring rokok terbuat dari bahan yang bisa terbiodegradasi atau bisa diolah, padahal filter rokok itu terbuat dari selulosa asetat. Selulosa asetat merupakan jenis plastik yang membutuhkan waktu yang cukup lama (sekitar satu dekade) untuk dapat terurai.

"Terus kenapa kalau banyak plastik di laut?"

Sebelum lanjut, di bawah ini ada beberapa video yang menjelaskan sebenarnya ada apa sih yang terjadi. Yuk, kalau ada waktu jangan lupa di tonton ya.





Nah dari beberapa video di atas, sebenarnya ada video pertama yang akhirnya membuat ya sedikit sadar bahwa ternyata plastik yang selama ini kita gunakan itu ternyata dapat menjadi bumerang juga untuk kita. Untuk Raisa dan Hamish dipersilahkan..


Setelah menonton video tersebut, sempat beberapa waktu akhirnya memutuskan untuk mengurangi konsumsi makanan dari hasil laut. Sadar sekali bahwa selama ini, plastik-plastik yang pernah digunakan di waktu yang lampau mungkin sekarang sudah terurai di laut dan menjadi micro-plastics dan mungkin sudah ada beberapa ikan atau hewan laut lainnya yang secara tidak sadar memakannya. Lalu, ikan tersebut ditangkap oleh nelayan dan distribusikan sampai akhirnya secara tidak sadar sudah termakan oleh kita. Mungkin ini terlalu hiperbola, bukan? Tetapi bisa saja, 5-15 tahun yang akan datang, semua ikan yang ada di laut Indonesia ini sudah tercemar. Balik lagi, sesuai dengan judul video nya Raisa dan Hamish yang dibuat bersama Indonesia Ocean Pride bahwa, "Micro Plastics, dari kita lalu kembali ke kita."

Lalu, apa nih yang harus kita lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi?

Hari ini sudah banyak banget yang namanya gerakan-gerakan, organisasi, atau komunitas yang sudah bergerak untuk melakukan beberapa upaya pencegahan terhadap pencemaran laut khususnya di Indonesia. Jika teman-teman penasaran dan ingin tahu, itu semua dapat aktif cari di Instagram karena disitu ada banyak apa aja upaya pencegahan yang sudah berjalan selama ini. Nah, di bawah ini ada beberapa campaign kecil yang dapat dilakukan oleh teman-teman secara pribadi dan kegiatan ini sangat mudah dilakukan, yaitu:

  • Yuk, Bawa Tumbler Sendiri. 
Teman-teman disini ada yang tau campaign-nya Starbucks yang B.Y.O.T (Bring Your Own Tumbler). Nah, itu merupakan salah satu campaign termudah yang dapat dilakukan oleh semua orang saat ini. Kalau dilihat secara finansialnya ya, misal setiap hari kita butuh 2-4 botol minuman kemasan yang per botolnya sekitar Rp3.000-Rp5.000 perkiraannya setiap hari kita harus mengeluarkan biaya sebesar Rp20.000 hanya untuk air putih saja. Tapi bandingkan apabila kita selalu membawa tumbler. Pasti lebih irit, kan? Sekarang juga nih di Indonesia sudah ada aplikasi RefillMyBottle, jadidi aplikasi tersebut kita bakal tau dimana saja tempat yang menyediakan refill tempat minum yang kita bawa. Ada yang gratis, ada juga yang bayar tapi tetap worth it banget sih harganya. Bawa tumbler sendiri juga memberikan kemudahan bagi kalian yang suka jajan minuman di luar, seperti Starbucks, Chatime, dan masih banyak lagi. Simple banget, kan? Oh iya sudah gitu sekarang kalau kita bawa tumbler sendiri sering dapet potongan harga juga, lho. Selain itu juga, ikut andil dalam gerakan bawa tumbler sendiri itu dapat diartikan bahwa kita sudah berupaya untuk menjaga keberlangsungan laut dengan cara mengurangi penggunaan botol plastik.

  • Tukar sedotan plastikmu!
Teman-teman tau kan bahwa sekarang hampir semua restoran sudah tidak menyediakan sedotan plastik lagi? Nah, itu juga merupakan salah satu upaya masyarakat demi menjaga lingkungan. Selain para pelaku bisnis Food and Beverages, kita pastinya sebagai konsumen juga dapat tuh ikut berperan. Contohnya mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless, sedotan bambu, atau sedotan kaca. Sedotan-sedotan tersebut dapat kalian bawa setiap harinya, kemana saja, pastinya praktis juga dan tahan lama. Selain itu juga, teman-teman yang sering beli minuman lewat aplikasi ojek online dari sekarang, jangan lupa request ke drivernya minta tolong untuk tidak mengambill sedotan plastiknya.

  • Jangan lupa bawa tas belanja sendiri, ya. 
Ada beberapa daerah di Indonesia, yang pemerintah setempatnya sudah melarang penggunaan kantong plastik untuk berbelanja. Contohnya seperti Bali dan Bogor. Walaupun belum semuanya merata, namun upaya pemerintah daerah setempat tersebut harus banget diberikan applause. Secara tidak sadar mengurangi kantong plastik itu ternyata sulit banget. Apalagi bagi orang-orang yang suka belanja, pasti bingung kan mau bawa hasil belanjanya pakai apa kalau tidak ada kantong plastik? 
Nah, makanya mulai sekarang coba deh masukin totebag atau apapun itu tas belanja yang dapat digunakan berkali-kali ke dalam tas kalian. I swear, itu berfungsi banget. Sekarang pun banyak toko online yang sudah tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus. Beberapa kali beli pakaian online dan online shop tersebut membungkus pakaiannya langsung kedalam totebag. Jadi, lumayan banget kan? Bisa juga nih, bagi yang belum punya totebag atau tas belanja coba deh kalian sering-sering datang ke seminar atau workshop karena biasanya disana di kasih bingkisan yang di bungkus pakai totebag dan pastinya itu sangat berguna. 
  • Khusus untuk Perempuan
Yuk sekarang mulai pelan-pelan ganti kapas kalian dengan kapas kain cuci ulang atau nama kerennya Reusable cotton pads. Sudah banyak orang-orang yang beralih menggunakan ini untuk mengganti kapas. Dari segi harga yang murah dan segi pemakaian yang dapat di cuci dan digunakan berkali-kali. Reusable cotton pads juga dapat dibuat sendiri. 
Barang selanjutnya yang kayanya ini juga dapat jadi salah satu alternatif yaitu, menspad. Benar banget, ini adalah pembalut kain yang dapat di cuci dan digunakan berkali-kali. Intinya sama kok kaya Reusable cotton pads. 
Masih banyak banget barang yang bisa banget kalian switch menjadi barang yang mudah di bersihkan, dapat digunakan berkali-kali, dan pastinya tidak meninggalkan sampah sedikit pun. Contoh lainnya seperti cottonbud, sikat gigi, dan banyak deh kalian semua bisa searching di platform jual beli dimanapun. 
  • Beralih ke Reusable Paper Bag
Jadi ternyata Paper Bag aja ada yang dapat digunakan berkali-kali. Abis itu ini bisa juga digunakan untuk naro makanan seperti gorengan, roti, dan apapun itu langsung ke dalam Reusable Paper Bag-nya. Tidak perlu takut rusak, tidak perlu takut robek karena sudah di desain sedemikian rupa untuk digunakan berkali-kali. 

Apalagi ya? Mungkin kalian bisa nonton dari Indorelawan tentang tantangan 7 hari tanpa plastik di bawah ini

Memang terlihat aksi tersebut sangat kecil. Namun bayangkan jika seluruh masyarakat di dunia sama-sama menjalankan campaign-campaign ini, langsung terbayangkan betapa menjadi besarnya hal kecil tersebut? Bayangin lagi, kita semua sama-sama konsisten menjalankannya pasti impact-nya akan lebih terasa lagi. 

Mungkin tidak terasa sekarang. Tapi suatu hari nanti, mungkin anak cucu kita sendiri yang akan merasakan dampak dari apa yang kita lakukan pada hari ini. Semua ada di tangan kita masing-masing. Masih ingin menjaga atau membiarkannya rumahmu rusak begitu karena ulahmu, saja? 





Oleh: Anas Tasya Ayu Wibowo.
9 Juni 2019

Sumber-sumber tulisan diatas:

You May Also Like

0 comments